Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Baby Blues Syndrome Melanda, Yuk Mari Kita Cegah!

Halo, Sahabat Sehat! Ada yang pernah mengalami setelah melahirkan merasa kecewa dengan keadaan, tidak suka dengan kondisi bayi kita, atau marah-marah yang tidak terkontrol serta merasa sangat sensitif jika seseorang berkata tidak baik, baper berlebihan? 

Yuk, waspadai jangan-jangan mengalami baby blues syndrome. Apa ya baby blues itu? Baby blues syndrome adalah kondisi yang dialami oleh ibu setelah melahirkan dengan suasana hati yang tidak baik seperti mudah tersinggung, marah, gelisah, tidak tenang, sedih, menangis tanpa alasan dan sejenisnya.
 
Kira-kira apa ya penyebabnya? Serta cara mencegahnya bagaimana? Yuk, simak informasi lebih lengkapnya pada tulisan di bawah ini.

Cara Mencegah Baby Blues Syndrome
Gambar dari Pixabay.com

10 Faktor Penyebab Terjadinya Baby Blues Syndrome

Adapun faktor penyebab terjadinya baby blues syndrome sebagai berikut

1. Perubahan hormonal

Proses persalinan cukup menguras tenaga dan emosi, setelah melahirkan terjadi perubahan kadar hormon yang cukup signifikan. Hormon apa yang bekerja? Hormon estrogen dan progesteron ini menurun secara drastis setelah proses melahirkan. Pernah mengalami setelah melahirkan suhu tubuh merasa panas dan keringat berlebih? Salah satu dampak dari perubahan hormon perubahan suhu tubuh dan keringat berlebih. Perubahan ini dapat mempengaruhi perubahan suasan hati menjadi bergejolak.

2. Proses persalinan

Sebelum melahirkan pasti mengidam idamkan persalinan yang sehat, lancar, normal dan bayi yang lucu. Akan tetapi terkadang impian beda dengan kenyatan ya sahabat sehat. Harapan yang tidak sesuai ini seperti persalinan dengan jalur operasi, kondisi fisik bayi yang kurang sehat, serta lahiran prematur dan lain semacamnya. Proses persalinan yang tidak sesuai harapan ini menjadi stresor terjadinya baby blues syndrome.

3. Persepsi

Persepsi petugas kesehatan pada rumah sakit atau klinik tempat persalinan yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan dalam berinterasksi dengan ibu baru yang melahirkan.

4. Citra tubuh

Ocehan orang-orang disekitar mengenai bentuk tubuh ibu yang masih terlihat gendut, tidak kurus lagi dan tidak cepat kembali pada bentuk tubuh sebelum hamil dapat berpengaruh pada suasana ibu. Ibu yang merasa tubuhnya tidak ideal lagi dan mengkhawatirkan akan perubahan sikap dan perilaku suaminya.

5. Penambahan peran dan tanggung jawab ibu

Sebagai ibu baru terkadang beberapa sifat dan perilaku yang dimiliki ibu tidak berubah. Dengan penambahan peran dan tanggung jawab sebagai seorang ibu maka merasa beban terhadap apa yang dilakukannya. Contohnya saja seperti ketika ibu yang telah melahirkan anak 1 kemudian 18 bulan lagi melahirkan anak kedua, dengan jarak yang berdekatan ibu merasa memiliki tanggung jawab lebih karena mengurusi 2 anak dengan jarak yang berdekatan.

6. Pilihan Pekerjaan atau Ibu Rumah Tangga

Setelah melahirkan anak, banyak orang yang mengalami dilema terhadap pilihan untuk bekerja kembali atau sebagai ibu rumah tangga. Perasaan bersalah jika memilih bekerja dan meninggalkan anak untuk membantu mencukupi kebutuhan finansial keluarga. Disisi lain, ibu yang dulunya aktif bekerja tiba-tiba tidak bekerja lagi untuk mengurus bayi, merasa bosan dengan aktivitas yang dilakukan.

7. Kelelahan Fisik

Setelah proses persalinan yang banyak menguras energi, akan ada hari-hari untuk mengurus buah hati dengan adaptasi baru. Ibu yang mengalami kelelahan fisik karena sering begadang, kurang tidur, dan tidak cukup asupan makanan mempengaruhi suasana hati ya sahabat sehat.

8. Kurangnya dukungan keluarga

Ketika melahirkan dibantu dengan suami dan keluarga terdekat. Terkadang orang-orang disekitar tidak memahami apa yang telah terjadi pada ibu yang baru saja melahirkan ini. Suami yang tidak mendukung istrinya, tidak mau membantu dalam mengurus bayi, seperti tidak mau menggantikan popok, menggendong dan semacamnya. Serta lingkungan keluarga yang kurang kondusif dengan berbicara mengenai mitos yang beredar sehingga menjadi beban untuk ibu baru ini.

9. Kehilangan bayi

Tidak hanya merasa kelelahan dalam mengurusi bayi baru lahir. Akan tetapi kehilangan bayi setelah dilahirkan membuat ibu terpukul. Apa yang telah diimpikan selama ini tidak menjadi kenyataan membuat perubahan sikap dan emosi pada ibu baru ini.

10. Adaptasi baru

Adaptasi baru sebagai ibu baru merupakan salah satu tantangan baru ya sahabat sehat. Terkadang pada saat mengurus bayi, banyak kendala yang dialami seperti ASI yang tidak keluar, ASI sedikit, proses menyusui yang tidak terlalu ahli di awal karena puting payudara yang datar, penggunaan susu formula yang tidak sesuai dengan kondisi pencernaan bayi sehingga menimbulkan sembelit dan lain semacamnya.

Penyebab Baby Blues Syndrome
Gambar dari Pixabay.com

Cara Mencegah Terjadinya Baby Blues Syndrome

Adapun cara mencegah terjadinya baby blues syndrome sebagai berikut.

1. Pengetahuan mengenai Baby Blues Syndrome

Para ibu baru dan pihak keluarga harus mengetahui lebih dalam lagi mengenai baby blues syndrome yang akan dialami setelah melahirkan. Dengan pengetahuan yang cukup, ketika mengalami perubahan suasana hati seperti marah, kecewa, sedih dan sejenisnya maka anggota keluarga lainnya dapat menjadi penyejuk hati ibu baru ini dan jangan dibiarkan ibu ini terlarut dalam suasana hati yang kurang baik ya.

2. Dukungan keluarga

Dukungan keluarga sangat berpengaruh ya sahabat sehat. Bantu ibu baru ini untuk tidak mengerjakan perkerjaan rumah tangga. Jika ibu ini kelelahan dalam mengurus anak, maka ringankan beban pekerjaan rumah dengan dibantu oleh anggota keluarga.

3. Jaga lisan

Sebelum terjadi baby blues syndrome, hindari untuk berbicara yang tidak baik pada ibu baru ini. Menjaga perkataan yang baik, tidak menyinggung, dan meledek dapat menenangkan ibu baru ini ya sahabat sehat. Hindari membentak, bilang tidak bisa, dan memojokkan karena dapat membuat sedih dan kecewa.

4. Tidak mengambil hati omongan orang

Jika tetangga atau kerabat sedang berkunjung dan mengomentari tentang kondisi bayi dan ibunya. Tidak perlu diambil pusing omongan orang ya, kita tidak bisa mengontrol omongan orang, akan tetapi pikiran dan hati kita yang dapat menyaringnya. Hindari untuk percaya mitos yang beredar. Baca lebih banyak ilmu mengenai fakta pada kesehatan bayi agar tidak mengikuti mitos yang ada.

5. Pilihan Fasilitas Kesehatan yang baik

Pemilihan fasilitas kesehatan dan petugas kesehatan yang baik dapat membantu mengurangi terjadinya baby blues syndrome. Pada umumnya dengan petugas kesehatan pelayanan prima, mereka akan memberikan informasi dan menebar energi yang positif pada ibu baru ini. Memberikan tata cara memandikan bayi, membantu dalam proses menyusui, dan memilih fasilitas kesehatan yang pro terhadap ASI Eksklusif.

Baca juga : 10 Bahan Makanan Dapat Memperlancar ASI untuk Ibu Menyusui

Nah, Sahabat Sehat! Demikian informasi mengenai baby blues syndrome. Semoga membantu ya, yuk hargai perasaan dan hati ibu baru agar terbentuk kewarasan jiwa yang sehat. Sehat selalu. Terima kasih.

14 komentar untuk "Baby Blues Syndrome Melanda, Yuk Mari Kita Cegah!"

  1. saat anak pertama aku baby blues. alhamdulillah tidak terulang di anak kedua dan ketiga. memang support org terdekat penting banget si

    BalasHapus
  2. Aku pernah mengalaminya pas anak pertama. Perfeksionisme menjurus kepada kelelahan tiada akhir, dan gengsi minta tolong menjadi penyebab. Alhamdulillah pas anak kedua nggak mengalami dan jangan lagi-lagi lah.

    BalasHapus
  3. Bener banget nih. Pengetahuan soal baby blue syndrome sebelum mengalaminya tentu bakal jadi persiapan untuk ibu sendiri. Aku pernah ngalamin juga. Kalau udah punya ilmunya insyaAllah lebih mudah mengatasinya

    BalasHapus
  4. Penyebab dari baby blush ini banyak banget ya. Dan menurut aku memang faktor dukungan sangat berpengaruh untuk menghindarinya.

    BalasHapus
  5. Aku ngerasain banget baby blues ini. Harus ada dukungan emang dari sekitar

    BalasHapus
  6. Baby blues yang saya alami justru bukan marah pada bayi malah pada orang di sekitar saya.

    BalasHapus
  7. Aduh jadi cemas, nanti kalau udah nikah dan punya anak bisa kena baby blues gimana. Soalnya aku juga termasuk orang yang sulit atur emosi. Tapi memang yg penting komunikasi dg pasangan juga ya

    BalasHapus
  8. Tapi baby blues juga perlu diagnosa dokter ya. Nggak bisa langsung judge juga. Tapi bener2 tips pencegahannya bermanfaat bgt untuk para ibu agar lebih aware dengan dirinya :''')

    BalasHapus
  9. Baper baper. Itulah alasan awal baby blues ya. .

    Selain faktor internal dari pihak si perempuan. Kita sebagai orang di sekitar perlu memahami posisi ibu.

    Betul betul body shaming itu meski bercanda ternyata ngaruh ya hiks.

    Dan gak kalah penting adaptasi dari kenyamaan saat belum beranak dan setelah beranak. Berteman dengan mata panda. Begadang dan ngilu2. Begitulah perjauangan hebat perempuan.. tipsnya oke kak. Perlu dibaca para perempuan bahkan yang belum dan sudah beranak pinak sekalipun.

    BalasHapus
  10. Baby blues emang nyeremin banget apalagi klo pas lelah dan ga ada orang

    BalasHapus
  11. Awal menjadi ibu kekuatan mental dan dukungan keluarga sangatlah berperan penting

    BalasHapus
  12. Aku sering denger cerita Baby blues mba dari teman-temanku, aku belum ngalamin sih tapi harus bersiap dan belajar juga biar nggak menyerang nantinya.

    BalasHapus
  13. Baby blues tidak bisa dianggap sepele ya mom. Semoga kita diberikan kesabaran dan kekuatan. Semangat ya

    BalasHapus
  14. Belum pernah ngalamin dan semoga nggak ngalamin juga.
    Tahunya dari baca2 buku aja sih tentang syndrom baby blues ini.
    Thanks mba sharingnya bermanfaat sekali ini

    BalasHapus