Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Memilih Mainan Anak Aman dan Edukatif

Halo, Sahabat Sehat! Memilih mainan merupakan hal yang dilema untuk orang tua, apakah mainan ini bermanfaat, aman atau membahayakan? Mainan merupakan salah satu alat yang bisa membantu menstimulus perkembangan otak dan kepribadian seseorang.

Apakah ada yang membelikan mainan pada anaknya hanya memperhatikan model dan gambar yang menarik saja? Atau mengikuti tren mainan, anak tetangga sebelah membeli ini maka juga ikutan membelinya? Tidak ada yang salah jika mainan tersebut edukatif, aman serta bermanfaat ya sahabat sehat.

Berikut tips memilih mainan anak yang aman dan edukatif. Yuk simak tulisan ini sampai selesai ya. Enjoooy!

Tips Memilih mainan anak aman dan edukatif
Gambar dari Pixabay.com

10 Tips Memilih Mainan Aman dan Edukatif

Berikut tips memilih mainan yang aman dan edukatif.

1. Pilih mainan sesuai kebutuhan

Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah memilih mainan anak sesuai kebutuhan ya. Pilih mainan anak perempuan untuk perempuan. Terkadang mainan anak laki-laki dengan perempuan berbeda ya. 

Mainan anak perempuan seperti mainan masak-memasak, boneka barbie dan sejenisnya. Sedangkan mainan laki-laki seperti mobil-mobilan, motor, dan jangan belikan jenis boneka berbie ya. Pilih mainan sesuai usianya, jangan belikan mainan mobil-mobilan dengan remote control untuk usia 3 bulan, karena ini tidak cocok. Perhatikan juga manfaat dari mainan tersebut.

2. Baca label kemasan mainan

Tidak hanya label kemasan makanan saja yang perlu kita perhatikan. Ketika kita membeli maianan, baca juga label kemasan mainan ya. Apa ya fungsinya dari pembacaan label ini? Pada saat membaca label disana tercantum mainan tersebut cocok untuk usia berapa tahun. Jika mainan ini terlabel untuk anak usia 2-4 tahun, maka jangan dipakai pada anak usia 4 bulan ya.

Tidak cocok ya sahabat sehat. Baca juga aturan pemakaiannya, jika tercantum petunjuk penggunaan, maka perhatikan aturan penggunaanya. Pilih mainan yang telah terstandar. Label kemasan mainan dengan tulisan SNI, CE dan sebagainya. Mainan yang memiliki label SNI maka mainan ini telah memenuhi persyaratan keamanan produk serta jaminan keselamatan yang dilakukan oleh sertifikasi lembaga terkait.

3. Perhatikan harga mainan

Harga merupakan salah satu aspek yang dilirik oleh ibu-ibu pastinya ya sahabat sehat. Jangan terpengaruh harga mainan yang mahal. Karena harga mainan mahal belum tentu aman dan edukatif. Sedangkan harga mainan yang murah juga belum tentu tidak aman untuk anak. Pilih sesuai kualitas dan manfaat dari mainan tersebut.

4. Periksa fisik mainan

Jangan lupa untuk memeriksa fisik mainan sebelum dibeli. Jika mainan tersebut terbuat dari kayu, periksa permukaan mainan tersebut mulus atau masih ada serpihan kayu halus. Jika ada, maka sangat berbahaya untuk anak karena dapat melukai tangan anak dan bisa ikut termakan.

5. Ukuran mainan

Perhatikan ukuran mainan anak. Hindari menggunakan mainan yang berukuran kecil sekitar 5 cm dan tidak digunakan untuk anak usia kurang dari 3 tahun. Karena mainan ini dapat dimasukkan pada mulut dan berakibat tertelan. Gunakan mainan cukup kokoh, agak besar dan tidak muat jika dimasukkan ke dalam mulut.

6. Pilih bentuk mainan sesuai jenis

Gunakan mainan yang tidak berbahaya. Hindari menggunakan bentuk mainan berbentuk runcing yang dapat mengakibatkan kecelakaan seperti tertusuk. Hindari menggunakan mainan seperti pistol-pistolan yang mengeluarkan bola yang dapat membahayakan dan melukai mata. Hindari menggunakan mainan dengan jenis plastik yang tipis yang dapat pecah dan menimbulkan serpihan kecil dan bergerigi.

7. Pilih mainan yang edukatif

Mainan Edukatif
Gambar dari Pixabay.com

Menggunakan mainan yang dapat memperkenalkan konsep dasar belajar pada anak-anak. Dari bentuk, tekstur, warna dan ukuran mainan. Mainan ini berfungsi untuk memperkenalkan bentuk, warna, tekstur dan besaran mainannya.

Jika pada bayi, pilih mainan yang mudah dilihat. Perkenalkan mainan ini terlebih dahulu, untuk melatih kemampuan visual ya sahabat sehat. Pilih mainan yang menggantung sejajar dengan mata agar bayi dapat memperhatikannya.

Pilih mainan yang dapat memperkenalkan bunyi dan suara. Bunyi-bunyi ini dapat ditanggkap oleh telinga bayi. Perkenalkan berbagai macam suara hewan, air, kendaraan untuk mengasah pendengaran bayi.

8. Perhatikan mekanis mainan

Jangan lupa untuk memperhatikan mekanis mainan ya sahabat sehat seperti penggunaan tuas, tali, engsel, lipatan dan semacamnya. Pastikan mekanis ini aman dan tidak mengakibatkan goresan atau luka pada anak saat memainkannya.

9. Pilih materi mainan yang aman

Hindari untuk tidak membelikan mainan dengan materi logam untuk anak dibawah 3 tahun. Karena pada usia ini, anak-anak masih suka menghisap mainanya. Pilih mainan yang aman menggunakan plastik bebas BPA.

10. Beli mainan anak secukupnya

Membelikan mainan anak secukupnya dan seperlunya. Hindari membelikan mainan secara berlebihan sehingga mengakibatkan perilaku konsumtif pada anak-anak. Dengan memberikan kebiasaan membeli mainan setiap keluar rumah dapat mempengaruhi keinginan dan emosi anak untuk selalu membeli mainan. 

5 Manfaat dari Permainan

Adapun beberapa manfaat yang dapat diambil dalam permainan sebagai berikut.

1. Meningkatkan perkembangan fisik

Tidak dipungkiri untuk meningkatkan perkembangan fisik anak dengan permainan ini. salah satu media belajar untuk anak dengan permainan. Contohnya, pada saat proses merangkak, pilih mainan yang bergerak, berbunyi dan bewarna cerah agar anak dapat menggapainya. Dengan proses merangkak ini maka otot dan tulang tubuh dapat menjadi kuat.

2. Media komunikasi

Dengan proses bermain bersama, menceritakan cerita dunia hewan, angka, huruf dan sejenisnya menggunakan mainan. Maka dapat membantu anak terlatif untuk berkomunikasi dengan orang tua dan temannya. Komunikasi yang dapat ditunjukkan seperti berteriak, bahagia, berbicara, marah, kesal dan semacamnya. Hindari penggunaan screen time dibawah 2 tahun karena dapat berpengaruh pada keterlambatan berbicara. Di atas 2 tahun maka boleh menggunakan screen time seperti menonton TV maksimal 1 jam saja.

3. Merangsang kreativitas anak

Mainan meningkatkan kreativitas
Gambar dari Pixabay.com

Dengan bermain, maka anak-anak sedang mengasah kemampuannya untuk berkreasi. Mencoba mainan dan memperhatikan teman yang dilakukannya. Berimajinasi dengan mainannya. Contohnya, dengan membangun pasir kerajaan. Membangun bentuk balok, kotak, segitiga dan sejenisnya dan berimajinasi tentang cerita kerajaan laut.

4. Belajar bersosialisasi

Permainan adalah proses belajar membangun hubungan sosial dan memecahkan masalah yang muncul dari hubungan tersebut. Dengan proses bermain, maka akan menimbulkan konfilik pertengkaran, berbagi , kerja sama dan sejenisnya dengan teman bermainnya.

5. Melihat kepribadian anak

Pada saat bermain, anak dapat menilai dirinya sendiri apakah saya pemberani, takut, pemalu, kreatif dan sejenisnya. Disamping itu juga, dia juga memperhatikan teman bermainnya akan kepribadian seseorang yang berbeda dengan dirinya.

Nah, Sahabat sehat demikian tips dan manfaat memilih mainan yang aman dan edukatif. Semoga tipsnya bermanfaat dan anak-anak tumbuh berkembang dengan baik ya. Terima kasih.

16 komentar untuk "Tips Memilih Mainan Anak Aman dan Edukatif"

  1. Setuju banget kakak. Apalagi buat anak 2 tahun seperti anakku

    BalasHapus
  2. banyak banget manfaat dari anak bermain. aku setuju banget kita sebagai orangtua harus bisa memilih mainan yang sesuai dengan kebutuhan anak ya. karena bermain buat mereka adalah sebagai salah satu sarana belajar.

    BalasHapus
  3. Untuk anak masa golden age emang penting banget memilih mainan edukasi yang tepat. Apalagi mainan yang bisa merangsang pertumbuhan dan kreativitasnya. Thx ya mba tipsnyaa..

    BalasHapus
  4. Bener banget kalau mainan anak itu juga salah satu wahana komunikasi kita dengan anak yaa mba. Aku jg baru ngerasain baru2 inii pas pandemi

    BalasHapus
  5. Ini termasuk yang ingin aku praktekkan secara baik. Namub, liat anak udah rengek dan menarik perhatian orang jadi selalu akhiri solusi dengan memberikannya.

    BalasHapus
  6. Setuju kak, bermain bisa jadi media belajar efektif juga buat tumbuh kembang anak. Jd harus benar2 diperhatikan juga jenis dan ukurannya ya. Disesuaikan usia

    BalasHapus
  7. Kalau aku malah tidak memberikan jenis gender pada mainan. Selama ini meski dia perempuan aku memperbolehkan dia beli pedang mau mobil mobilan.

    Memang mainan ini punya peran pntg utk pertumbuhan anak. Tapi yg lebih pntg pgn adalah hadirnya orang tua utk mendampingi anak ya.

    BalasHapus
  8. sebagai calon momi ini jadi reminder buat saya kak, untuk memperhatikan juga mainan apa yang baik dna cocok buat anak-anak

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. kalo ibu2 biasanya tetep cek harga dulu, terjangkau apa engga :D

    BalasHapus
  11. Semoga nanti aku bisa menerapkan tips ini ke anak anak nanti. Masih belajar menjadi seorang ibu, sementara praktik ama ponakan hehhehe

    BalasHapus
  12. Jadi inget aku dulu waktu masih kecil pernah dibeliin Play Doh sama puzzle, memang yang relatif aman sih. Boleh nih tipsnya jadi pertimbangan ngado ponakan

    BalasHapus
  13. Setujuu, jangan asal beli mainan malah jadinya sia-sia.
    Apa-apa sekarang orang harus bisa selektif yaa, jangan asal beli untuk anak kalau sudah tertarik sama barang tertentu

    BalasHapus
  14. Jika ada cara bermain yang bisa meningkatkan pengetahuan sikecil, kenapa pilih yang tidak?

    BalasHapus
  15. Tipsnya oke banget kak. Sebagai orang tua baru kadang bingung ya cara memilih mainan yg tepat.

    BalasHapus
  16. Bener banget. Perlu sekali selektif memilih mainan sesuai dengan gender, ketertarikan, nilainya yaaa. Biar si buah hati tetap terjaga.

    BalasHapus