Saturday, July 26, 2025

Berapa Minimal Durasi Jalan Kaki untuk Kesehatan Jantung?

Media Kesehatan - Berapa minimal durasi jalan kaki untuk kesehatan jantung? Berjalan kaki bukan hanya aktivitas sederhana, tapi juga investasi besar bagi kesehatan jantung. 

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak penelitian dan lembaga medis ternama menyoroti bagaimana aktivitas ringan ini dapat menurunkan risiko penyakit jantung secara signifikan. 

Namun, berapa sebenarnya durasi minimal jalan kaki yang dibutuhkan untuk menjaga jantung tetap sehat?

Seseorang dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang selama minimal 150 menit per minggu.

Aktivitas ini bisa berupa jalan kaki, yang jika dibagi dalam seminggu, setara dengan 30 menit per hari selama 5 hari. 

Dalam laman resminya, Kemenkes menyebut bahwa durasi tersebut terbukti efektif dalam menurunkan risiko penyakit jantung Apa Itu Kesehatan Jantung?
Kemenkes RI mendefinisikan kesehatan jantung sebagai keadaan di mana struktur dan fungsi jantung berada dalam kondisi normal, sehingga organ vital ini dapat memompa darah secara maksimal ke seluruh tubuh. Definisi ini juga diperkuat oleh berbagai lembaga internasional.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut bahwa jantung yang sehat adalah jantung yang mampu memompa darah dengan kecepatan dan kekuatan normal secara berkelanjutan. 

Sementara menurut World Heart Federation (WHF), jantung yang sehat adalah jantung yang bekerja secara efisien dalam mendistribusikan darah kaya oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan dan organ tubuh.

Bagaimana Jalan Kaki Membantu?
Dilansir dari Mayo Clinic Network (2024) dan Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), berjalan kaki memberikan sejumlah manfaat fisiologis bagi jantung. Berikut mekanisme kerjanya:

- Meningkatkan sirkulasi darah, sehingga jantung tidak bekerja terlalu keras.

- Menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol jahat (LDL).

- Meningkatkan elastisitas pembuluh darah, menjaga tekanan darah tetap stabil.

- Meningkatkan efisiensi kerja jantung dalam memompa darah, terutama saat tubuh sedang aktif.

- Mengurangi stres, yang merupakan salah satu pemicu utama gangguan jantung.

- Semua efek tersebut terjadi bahkan dengan jalan kaki berdurasi 20�"30 menit per hari secara rutin.

Sebuah studi dari Harvard Medical School (2017) menunjukkan bahwa jalan kaki selama 21 menit setiap hari dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 30%. 

Temuan ini sejalan dengan laporan The Lancet (2011) yang menemukan bahwa berjalan kaki 15 menit per hari secara konsisten selama bertahun-tahun dapat mengurangi risiko kematian dini sebesar 14%.

Berjalan kaki selama 30 menit per hari, minimal 5 kali seminggu, terbukti mampu menjaga dan meningkatkan kesehatan jantung. 

Dengan bantuan mekanisme alami tubuh seperti peningkatan sirkulasi dan kontrol tekanan darah, jalan kaki menjadi langkah sederhana yang punya efek luar biasa.

Sebagaimana dikatakan oleh Mayo Clinic dan WHO, aktivitas fisik rutin seperti jalan kaki dapat menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, bahkan kematian dini.

Jadi, tak perlu menunggu sakit untuk bergerak. Cukup kenakan sepatu nyaman, pilih waktu terbaik, dan mulailah berjalan demi jantung yang lebih kuat dan hidup yang lebih panjang.

Friday, July 4, 2025

Donor Darah Jadi Gaya Hidup Kekinian untuk Menunjukkan Kepedulian


Media Kesehatan — Menyadari pentingnya peran aktif dalam membantu sesama, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (BSP) kembali menggelar kegiatan donor darah berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi dan Bakrie Amanah (YBA).

Kegiatan kemanusiaan ini diselenggarakan pada Kamis, 3 Juli 2025, di Lantai 10 Bakrie Tower, kantor pusat PT BRMS. Aksi donor darah ini menyasar 100 peserta dari berbagai perusahaan yang berkantor di Bakrie Tower. Sebanyak 80 kantong darah berhasil dikumpulkan, sementara sebagian peserta lainnya turut memanfaatkan kesempatan untuk melakukan cek metabolik gratis.

Kegiatan ini bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga mulai menjadi bagian dari gaya hidup sehat dan sosial masyarakat urban. Ida, Kepala Penanggung Jawab PMI Kabupaten Sukabumi dalam sambutannya menjelaskan bahwa sekarang ini donor darah sudah menjadi gaya hidup kekinian. 

“Saat ini donor darah sudah menjadi lifestyle, karena selain membantu orang lain, donor darah juga membawa manfaat besar bagi kesehatan tubuh kita,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari memberikan kepedulian kepada sesama. (AM)

Thursday, July 3, 2025

Siswa dan guru Sekolah Rakyat dilakukan tes kesehatan

Media Kesehatan - Para calon siswa dan guru Sekolah Rakyat di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, dilakukan tes kesehatan pada Senin (7/7).

"Tes kesehatan berlangsung di aula Sentra Terpadu Kartini atau di Sekolah Rakyat Temanggung," kata Kepala Sentra Terpadu Kartini Temanggung Dewi Suhartini di Temanggung, Kamis.

Ia menyampaikan petugas yang melakukan tes kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung.

Ia menuturkan tes kesehatan dimulai pukul 06.00 WIB dan diperkirakan selesai pukul 11.00 WIB.

"Nanti dihadirkan 125 anak dan guru serta kepala sekolah untuk mengikuti tes kesehatan," katanya.

Saat ini, para pekerja yang merenovasi Sekolah Rakyat di Sentra Kartini Temanggung tengah melakukan pemasangan mebel di setiap ruangan.

"Kita sedang mempersiapkan ruangan, seperti ruang kelas dan kamar sebagian sudah ditata perabotan yang dibutuhkan, seperti tempat tidur, meja belajar sudah tertata, ruang kelas juga sedang proses penataan, kemudian di ruang makan juga seperti itu," katanya.

(QA)